Khamis, 24 April 2014
Sabtu, 29 Ogos 2009
Manfaatkan Umurmu !!
dalam kebaikan niscaya akan disibukkan
dalam keburukan"
"Happy birthday to you..happy birthday to to you..”, begitulah ucapan yang sering kita terima setiap kali menyambut hari ulang tahun. Persoalannya, apakah benar kita bahagia? Apakah benar-benar kita telah berprestasi untuk memanfaatkan setiap detik usia muda kita?
Itulah yang sering kita lalaikan, merasa bertambah usia, padahal kontrak hidup kita semakin hari semakin sempit. Menurut Nabi SAW, rata-rata umur umatnya sekitar 60 tahun. Waktu kita sama sehari 24 jam. Tetapi kenapa prestasi yang dicapai oleh kita berbeza?
Perhatikan, masing-masing waktu kita sama: 60 saat dalam 1 minit, 60 minit dalam 1 jam dan 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan seterusnya. Kalau umur kita 60 tahun, dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka sepanjang umur 60 tahun kita telah menghabiskan 20 tahun hanya untuk tidur! Hitunglah sendiri kalau tidak percaya. Ini tidak termasuk makan, bermain, online internet, menegelamun, dan lain-lain. Na’uzubillahhi minzaalik.
Orang-orang cemerlang menyedari bahawa usia harus berkadar lurus dengan prestasi. Sejak awal mereka menapaki usianya untuk meraih prestasi. Diantaranya yang paling menonjpl adalah ditanamkan dan diwujudkan hafalan al-Quran sejak usia muda. Kalau sekarang sering terdengar ‘kempen nikah muda’, zaman salafus salih telah awal-awal mengkempenkan ‘hafal al-Quran dan mencintai ilmu’ di usia muda.
Nikah dini: dambaan kebanyakan remaja Islam
Imam Syafi’i misalnya, beliau telah menghafalkan al-Quran pada usia 9 tahun. Kemudian pada usia 10 tahun beliau telah menghafal isi kita Al Muwatha’ karangan Imam Malik yang berisi 1,720 hadis dengan sempurna.
Usamah bin Zaid menjadi panglima perang usia 18 tahun. Muhammad bin Qasim menjadi panglima perang usia 17 tahun. Tharafah bin Al Abdu Syahid menjadi panglima perang dalam usia 26 tahun. Sementara saat ini banyak remaja dan pemuda pemudi Islam bukan sahaja jauh dari budaya mencintai ilmu dan menghafal al-Quran, malah ‘belum tahu siapa dirinya’!
Temukan jati dirimu!
Kembalilah kita bermuhasabah, apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan dengan :
1. hidupmu sebelum matimu
2. sihatmu sebelum sakitmu
3. kelapangan sebelum sibukmu
4. mudamu sebelum tuamu
5. kayamu sebelum miskinmu
Inilah yang dianjurkan Nabi SAW. Contohi juga para ulama’ besar kita dalam menggunakan waktu. Mereka menggunakan setiap kesempatan menuntut ilmu sehingga kesempitan, ketertindasan bahkan penjara menjadi madrasah bagi mereka. Bila para ulama’ belajar untuk menghasilkan karya dan menghafalnya, sayang sekali kita sekadar membaca karya mereka pun susahnya bukan main. Apalagi untuk menghafal dan menghasilkan karya besar. Inilah something wrong yang harus kita temukan jawapanya dan kita ubah paradigmanya.
Wallahu 'alam
oleh: Wan Mohd Suhafifi bin Sukri
Selasa, 2 Jun 2009
Bahasa Arab Bahasa Islam
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Kemuliaan Bahasa Arab
Tahukah engkau saudariku, keutamaan bahasa arab sangatlah banyak. Sebagaimana perkataan Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2, yang artinya,
“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkan.”
Ia berkata, “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Surat Yusuf)
Bahasa Penduduk Surga
Suatu saat terjadi percakapan di antara seorang ustadz dan seorang pria.
A: Ustadz, katanya bahasa surga itu bahasa arab ya?
B: Katanya begitu pak… tapi haditsnya dho’if.
Tahukah engkau saudariku, memang banyak kita dengar perkataan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang digunakan di surga. Namun ternyata tidak ada hadits shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang masalah ini sebagaimana dinyatakan Abu Shuhaib al-Karami yang mentahkiq kitab Mukhtashar Hadi al-Arwah karya Ibnu Qayyim Al-Jaujiyyah. Namun banyak atsar salaf yang menguatkan hal ini (bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab). Wallahu a’lam bi shawab.
‘Afwan Jiddan (??)
Kalimat yang satu ini, rasanya sudah menjadi sebuah perkataan umum yang merebak dimana-mana. Secara kata perkata, memang terlihat benar, karena ‘afwan berarti maafkan aku, sedangkan jiddan artinya sungguh-sungguh/benar-benar.
Tahukah engkau saudariku, ternyata kalimat ‘afwan jiddan tidak dikenal dalam bahasa arab yang benar. Ini sama seperti seseorang yang belajar bahasa Inggris kemudian mengatakan, “My watch is dead”. Secara kata perkata memang benar, namun secara penggunaan bahasa asalnya, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang benar.
Kata ‘afwan itu sendiri sebenarnya sudah merupakan sebuah permintaan maaf yang sangat. Jika dirinci, kata ‘afwan mempunyai kalimat lengkap Asta’fika yang artinya aku benar-benar minta maaf kepadamu. Nah, berarti maksud orang yang mengatakan ‘afwan jiddan bahwa ia minta maaf dengan sungguh-sungguh sebenarnya sudah diwakilkan dengan kata ‘afwan itu sendiri. Adapun kata dalam bahasa arab lainnya yang berarti maaf adalah aasif. Dan untuk kata ini (aasif) tidak terkandung makna permintaan maaf dengan sungguh-sungguh.
4 Nama Nabi
Tahukah engkau saudariku? Ternyata hanya ada 4 Nabi kita (yang disebutkan namanya dalam Al-Qur’an dan Sunnah) yang memiliki nama dari bangsa Arab murni, yaitu nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, Shalih, Syu’aib dan Hud. Adapun nama-nama nabi lainnya merupakan nama ‘ajam (asing). Dan secara kaidah bahasa arab, antara nama asli Arab dan nama asing memberikan konsekuensi yang berbeda, yaitu untuk nama asing dalam penggunaannya tidak boleh diberi tanda tanwin. Masih penasaran? Ayo belajar bahasa arab…
Musyawarah Akbar (??)
Kadang aneh terlihat, ketika suatu spanduk dari organisasi Islam kemudian bertuliskan musyawarah akbar. Tahukah engkau saudariku, terdapat kesalahan penerapan kaedah bahasa arab dalam susunan tersebut.
Kata musyawarah (yang berasal dari bahasa arab) merupakan isim muannats (jenis kata feminin). Sedangkan kata akbar merupakan isim mudzakar (jenis kata maskulin). Dalam kaedah bahasa arab, tidak tepat jika memadankan dua kata (yang dinamakan na’at man’ut) dengan kata yang berlainan jenis. Maka yang benar adalah musyawarah kubro. Karena kata kubro merupakan isim muannats. Bingung? Ayo belajar bahasa arab…
Abu dan Ummu
Tahukah engkau saudariku, penggunaan Abu dan Ummu juga dipelajari dalam bahasa arab pada bab ‘Alam (nama). ‘Alam itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian. Salah satunya adalah kun-yah. Kun-yah adalah nama yang diawali dengan lafazh Abu dan Ummu, seperti Abu Bakr, Ummu Kultsum dan sebagainya. Biasanya, kata yang digunakan setelah kata Ummu atau Abu adalah nama anak pertama dari sang pemilik nama. Namun, tidak berarti bahwa orang yang belum menikah bahkan anak-anak sekalipun tidak dapat menggunakan nama kun-yah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah memanggil seorang anak kecil dengan nama kun-yah, dalam hadits yang diceritakan oleh Anas radhiallahu ‘anhu,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan aku memiliki seorang saudara yang biasa dipanggil dengan sebutan Abu ‘Umair. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam datang, lalu memanggil: ‘Wahai Abu ‘Umair, apa yang sedang dilakukan oleh si Nughair kecil.’ Sementara anak itu sedang bermain dengannya.” (HR. Bukhari)
Pentingnya Belajar Bahasa Arab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527 dikutip dari majalah Al-Furqon)
Tahukah engkau saudariku, dorongan untuk belajar bahasa arab bukan hanya khusus bagi orang-orang di luar negara Arab. Bahkan para salafush sholeh sangat mendorong manusia (bahkan untuk orang Arab itu sendiri) untuk mempelajari bahasa arab.
Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)
‘Umar radhiallahu ‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Dari Hasan Al-Bashari, beliau pernah ditanya, “Apa pendapat Anda tentang suatu kaum yang belajar bahasa arab?” Maka beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang baik, karena mereka mempelajari agama nabi mereka.” (Mafatihul Arrobiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Dari as-Sya’bi, “Ilmu nahwu adalah bagaikan garam pada makanan, yang mana makanan pasti membutuhknanya.” (Hilyah Tholibul ‘Ilmi, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Tertarik belajar arab lebih jauh? Alhamdulillah silakan ikuti terus pelajaran bahasa arab yang ada di www.badar.muslim.or.id
Maraji’:
1. Pentingnya Bahasa Arab. Makalah YPIA oleh Divisi Bahasa Arab YPIA
2. Majalah Al-Furqon edisi 1 tahun VII 1428/2008
3. Mukhtashar Hadi al-Arwah ila Bilad al-Afrah (terj) dengan tahkik Abu Shuhaib al-Karami, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Pustaka Arafah, cetakan 1, Oktober 2005
4. Mutammiah Ajurumiyyah (edisi terjemah). Syaikh Syamsudin Muhammad Araa’ini. Sinar Baru Algensindo cetakan 5
5. Mulakhos Qowa’idul Lughotil ‘Arobiyyah. Fu’ad Ni’mah. Dar Ats-Tsaqoofah Al-Islamiyyah. Beirut.
6. Iqthido Ash-Shirotil Mustaqim. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Tahqiq dan Ta’liq oleh Dr. Nashir Abdul Karim Al-’Aql. Wizarot Asy Syu-un Al Islamiyah wal Awqof
Sumber: www.muslimah.or.id
Rabu, 15 April 2009
Sa'id bin Amir: pemimpin Islam yang zuhud
Pada zaman saidina Umar ra , tanah Syam adalah pusat perniagaan yang besar dan hebat. Umar perlu memilih seorang gabenor yang sesuai supaya dapat memerintah bumi Syam dengan baik. Akhirnya beliau telah memilih Sa’id bin Umar ra sebagai wali (ketua) Syam. Apabila Umar ra mengajukan jawatan wali Syam kepadanya, beliau menjawab :
لا تفتني يا أمير المؤمنين
“ Jangan campakkan aku ke dalam fitnah hai amirul mukminin.”
# sebagai seorang beriman hendaklah merasa takut dgn jawatan keran ia satu amanah yg besar dan boleh menyebabkan dia hanyut dengan nikmat jawatn tersebut.
Lalu Umar menjawab:
والله لا أدعك أتضعون أمانتكم وخلافتكم في عنقي ثم تتركونني
“Demi Allah aku sesekali tidak akan membiarkan kamu, adakah kamu meletakkan amanah dan tugas khalifah ke pundak ku kemudian kamu meninggalkan aku.”
# Kita tidak boleh membiarkan pemimpin tertinggi membuat kerjanya tanpa dibantu. Setiap orang ada peranannya. Ingat, kita berkerja kerana Allah bukan keran jawatan.
Akhirnya Said pun setuju dengan jawatan tersebut. Beliau pun berangkat menuju ke Hims (tempat di
ألا أدلك على خير من هذا ؟! نحن في بلاد تجارتها رابحة ، وسوقها رائجة ، فلتعط هذا المال من يتجر لنا فيه وينميه
“Mahukan aku tunjukkan kepadamu penggunaan harta yang lebih baik dari ini?! Kita berada di Negara yang mana perniagaannya menguntungkan dan pasarannya meluas. Sebaiknya harta ini dilaburkan kepada pedagang-pedagang untuk dikembangkan.”
Isterinya menjawab:
فإن خسرت تجارته
“Kalau perniagaan ini mengalami kerugian?”
Sa’id berkata:
لن تخسر بإذن الله
“Tidak rugi dengan izin Allah.”
Isterinya berkata:
فنعم إذن
“Kalau begitu, baiklah.”
Sa’id pun keluar membawa hartanya yang banyak. Beliau telah membeli barang keperluan yang penting utk kehidupan mereka dan selebihnya telah diagih-agihkan kepada fakir miskin.
# Inilah sikap seorang mukmin yang mengutamakan keuntungan akhirat dari keuntungan dunia dan lebih mengumpulkan amalan dari mengumpul harta yang fana. Harta yang diifak itu kekal dan yang digunakan sendiri itu akan akan musnah.
Masa pun berlalu, siisteri bertanya kepada suaminya tentang perkembangan duit yang dilaburkan. Sa’id menjawab:
إنها تجارة موفقة وإن الأرباح تنمو وتزيد
“Sesungguhnya perniagaan mencapai sasaran dan keuntungan berkembang dan bertambah.”
Suatu hari siisteri melontarkan soalan yang sama kepada seorang saudaranya yang mengetahui perkara sebenar. Saudaranya tersenyum diikuti dengan ketawa yang menimbulkan keraguan dalam hati siisteri. Siisteri bersungguh-sungguh menyuruh saudaranya memberitahu perkara sebenar. Akhirnya dia memberitahu bahawa sa’id sudah menginfakkan kesemua hartanya sejak awal lagi. Siisteri amat terkejut dan berasa sangat sedih kerana barang yang dihajati tidak diperolehi dan harta sudah habis. Said berkata:
لقد كان لي أصحاب سبقوني إلى الجنة ، وما أحب أن أنحرف عن طريقهم ولو كانت لي الدنيا وما فيها
“Sesengguhnya sahabat-sahabatku telah mendahului aku menjejaki syurga. Aku tidak mahu melencong dari cara hidup mereka sekalipun aku memiliki dunia dan isinya.”
Sa’id berkata kepada isterinya:
تعلمين أن في الجنة من الحور العين والخيرات ما لو أطلت واحدة منهن على الأرض لأضاءتها جميعا ، ولقهر نورها نور الشمس والقمر معا ، فلأن أضحي بك من أجلهن أحرى وأولى من أن أضحي بهن من أجلك
“Ketahuilah sesungguhnya dalam syurga terdapat bidadari dan pelbagai nikmat yang mana kalau salah satu dari nikmat tersebut muncul di bumi ini pasti akan menyinari seluruh bumi dan cahayanya akan mengalahkan cahaya matahari dan bulan. Aku mengorbankanmu demi mendapatkan nikmat syurga lebih patut dan lebik baik dari aku mengorbankan nikmat syurga kerana untuk mendapatkanmu.”
Akhirnya siisteri tunduk denga kehendak suaminya dan hidup dengan cara suaminya untuk mendapatkan syurga.
# Inilah sikap suami yang tegas dalam melaksanakan perintah Allah dalam rumah tangganya. Si sisteri juga akhirnya memahami suaminya yang lebih mementingkan akhirat dari segalanya.
Suatu hari khalifah Umar al-Khattab telah melawat Hims dan bertanya tentang pemerintahan Sa’id. Mereka telah mengadu kepada Umar 4 perkara:
- Dia keluar untuk menemui kami setelah hari kesiangan.
- Pada waktu malam dia tidak menenemui kami.
- Dalam sebulan dua kali dia tidak keluar menemui kami.
- Kadang dia pengsan dengan tiba2.
Umar berbisik pada tuhan dengan berkata:
الهم إني أعرفه من خير عبادك ، اللهم لا تخيب فراستي فيه
“Ya Allah sesungguhnya aku mengenal sebagai salah seorang dari hambamu yang terbaik. Ya Allah janganlah dikau kecewakan firasatku terhadapnya.”
Adapun jawapan Sa’id terhadap persoalan tersebut adalah seperti berikut:
Jawapan pertama:
“Sesungguhnya aku tidak keluar melainkan setelah kesiangan. Demi Allah Aku benci utk memberitahu sebabnya (kerna takut riya’ dan ujub). Sesungguhnya isteri aku tidak mempunyai khadam. Aku telah menguli tepung dan aku membiarkannya sehingga ia naik dan kemudian aku membakarnya menjadi roti. Kemudian aku solat duha dan setelah itu baru aku keluar.
# Inilah pemimpain yang hebat yang tidak menggunakan duit rakyat untuk kepentingan dirinya. Pemimpin yang tidak lupa untuk menguruskan urusan rumahnya. Kerja2nya dengan rakyat tidak melalaikannya dari melakukan tanggung jawab dirumah.
Jawapan kedua:
Adapun aduan mereka yg menyatakan aku tidak menerima aduan pada waktu malam. Sesungguhnya aku benci untuk menyatakan sebabnya. Sesungguhnya aku menjadikan waktu siang untuk rakyat dan waktu malam untuk tuhan.
# Inilah pemimpin yang tidak lupa kepada tuhannya. Sesibok mana pun seorang pemimpin terhadap rakyatnya, hendaklah dia memberi masa setiap hari untk bermunajat kepada tuhannya. Kalau kita bagi 24 jam rakyat sekalipun , kita tidak mampu menyelesaikan semua masalah yang timbul. Namun apabila kita memperuntukkan sebahagian masa diakhir malam untuk tuhan, pasti Dia akan membantu kita untuk mentadbir sesuatu tempat dengan sempurna.
Jawapan ketiga:
Sesungguhnya aku tidak keluar menemui rakyat dua hari dalam sebulan. Ini kerana aku tidak ada khadam untuk membasuh bajuku dan aku hanya mempunyai sehelai baju. Pada hari tersebut aku membasuh baju dan aku menunggu sehingga ianya kering. Setelah lewat petang aku baru keluar menemui rakyat.
# Inilah pemimpin yang sangat sederhana dalam hidupnya. Tidak mengambil kesempatan untuk mencari kekayaan melalui kerajaan yg dipimpinnya.
Jawapan keempat:
Aku kadang-kadang pengsan. Ini kerana aku telah melihat ketika khubaib al-Ansari dibunuh di mekah. Orang quraisy telah memotong kulitnya. Apabila aku mengingati peristiwa tersebut yang berlaku ketika aku masih musyrik dan aku teringat bahawa aku tidak membantu Khubaib ketika itu menyebab aku menggeletar kerana takut Azab Allah swt. Ini menyebabkan aku pengsan.
Jawapan Sa’ad ini diakhiri dengan tangisan yang membasahi bibirnya.
Umar pun berkata:
الحمد لله الذي لم يخيب فراستي
“Segala puji bagi Allah yang tidak mengecawakan firasatku.”
Beliau memeluk Sa’id dan mencium dahinya.
# Inilah proses muhasabah yang perlu diadakan diantara pemimpin dan rakyatnya.
Di petik dari: http://akhisalman.blogspot.com/2009/04/said-bin-amir-pemimpin-islam-yang-zuhud.html
Khamis, 2 April 2009
Risalah MINDA - April 2009
Keluaran 4 / 09
Kisah Di Sebalik APRIL FOOL
Ikutilah cerita sedih di sebalik April Fool's Day sebagai renungan bersama. Setiap kali menjelang 1hb April, sesetengah orang kita begitu taksub dengan budaya 'pandang ke barat' menjadi begitu sibuk sekali.
Bagaimanapun, tanpa mereka sedari, kadang kala lawak-lawak biasa atau 'practical joke' yang dilakukan boleh mencetuskan pergaduhan dah menyebabkan penyesalan berpanjangan.
Sewaktu zaman persekolahan dahulu, penulis pernah terbaca tentang suatu tragedi yang berlaku pada 1hb April ini. Seorang suami yang jahil tentang agama, telah mengucapkan 'Aku ceraikan kau dengan talak 3' pada isterinya dengan niat untuk melawak. Isterinya yang pada mulanya terpinga-pinga terus meraung apabila si suami dengan muka selamba kemudiannya mengucapkan 'April Fool!'. Selepas itu, giliran si suami pula untuk meraung apabila diberitahu bahawa talak yang dilafazkan telah pun jatuh!!!
Berbalik kepada perayaan April Fool's Day ini, adalah dipercayai bahawa ia mula dirayakan sewaktu kejatuhan kerajaan Islam di Sepanyol. Setelah bertapak berkurun-kurun lamanya si Granada, Sepanyol, kerajaan Islam akhirnya runtuh diserang tentera-tentera Kristian. Penduduk-penduduk Islam di Sepanyol ( Moors ) terpaksa berlindung di dlm rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri.
Tentera-tentera Kristian bagaimanapun tidak berpuas hati dan berusaha untuk menghapuskan orang Islam dari Sepanyol. Penduduk-penduduk muslim ini, diberitahu bahwa mereka boleh berlayar keluar dari Sepanyol dengan selamat bersama-sama barang-barang keperluan mereka dengan menggunakan kapal-kapal yang berlabuh di perlabuhan.
Orang Muslim yang risau sekiranya tawaran tersebut merupakan suatu penipuan, telah pergi ke perlabuhan untuk melihat kapal-kapal yang dimaksudkan. Setelah berpuas hati, mereka membuat persiapan untuk bertolak. Keesokan harinya (1 April), mereka mengambil semua barangan yang telah disiapkan lalu menuju ke perlabuhan.
Pada masa inilah pihak Kristian mengambil kesempatan untuk menggeledah dan kemudian membakar rumah penduduk-penduduk Islam ini. Mereka juga tidak sempat untuk menaiki kapal kerana semuanya dibakar. Pihak Kristian kemudiannya menyerang kaum muslim dan membunuh kesemuanya, lelaki, perempuan, serta anak-anak kecil.
Peristiwa berdarah yang menyedihkan ini kemudiannya diraikan oleh tentera Kristian. Keraian ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan sahaja di Sepanyol tetapi juga di serata dunia. Yang menyedihkan, orang Islam yang jahil mengenai peristiwa ini turut meraikan April Fool's Day tanpa menyedari mereka sebenarnya merayakan ulang tahun pembunuhan beramai-ramai saudara seIslam mereka sendiri.
Semoga Allah sentiasa membuka pintu taubat untuk kita. MINDA
Perkara sia-sia itu terbit daripada orang kafir seperti memaki-maki
rasul, mempersendakan al-Quran, mencampuri urusan sia-sia atau
majlis senda gurau, maka seseorang Muslim hendaklah
berpaling meninggalkannya dengan segera secara terhormat,
iaitu tidak akan membabitkan diri, bahkan menjaga diri supaya bersih
daripada perkara keburukan itu.
Selanjutnya, sifat itu juga menjadi lambang kepada identiti
kesempurnaan Islam Muslim sebagaimana tergambar melalui
sabda Rasulullah yang bermaksud:
“Sesungguhnya, antara kesempurnaan Islam seseorang
manusia itu ialah dia meninggalkan perkara-perkara
yang tidak berfaedah baginya.”
(Hadis riwayat Tirmizi).
Risalah MINDA - Mac 2009
Persoalan akhlak merupakan perkara penting dalam kehidupan muslim sejati sebagai kemuncak tamadun manusia di dunia ini.
Muslim yang berkualiti adalah mereka yang memiliki akhlak terpuji dalam hidup mereka, akhlak juga yang membezakan antara seorang yang berfikiran waras atau sebaliknya.
Rasulullah s.a.w bersabda : “Orang beriman yang paling sempurna imannya, adalah mereka yang paling baik akhlaknya.”
Baginda telah membayangkan bahawa akhlaklah yang memacu jati diri muslim untuk mendapat tempat tertinggi di sisi Allah, ini kerana baginda telah meletakkan kesempurnaan iman seseorang muslim itu dengan kesempurnaan akhlaknya, seolah-olah apabila akhlak tidak lagi menjadi perkara penting dalam kehidupan mereka, pada masa itu mereka tidak lagi boleh dikatakan sebagai seorang mukmin yang sejati.
Hakikat yang berlaku pada hari ini, manusia bernama muslim telah memisahkan akhlak dalam segenap aktiviti hidup mereka, akhlak tidak lagi menjadi bahan utama dalam kerjaya, cara berpakaian, berfikir, berkomunikasi dan lain-lain, ini tidak lain kerana tidak memahami tuntutan akhlak sepertimana yang dijelaskan oleh para sarjana Islam:
Rasulullah s.a.w ada menegaskan dalam satu hadisnya yang bermaksud : “Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak yang terpuji.”
Matlamat Allah mengutus baginda Rasulullah s.a.w adalah untuk menyempurnakan beberapa elemen akhlak seperti yang disebutkan di atas.
Apabila ia dapat dilaksanakan dengan baik, tidak mustahil akan memandu muslim ke arah kesempurnaan iman yang sebenarnya.
Justeru, kejayaan ummah ini bergantung kepada sejauh mana mereka menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji bersesuaian dengan perutusan Nabi Muhammad ke dunia ini untuk menyempurnakan keimanan manusia. MINDA
(Puji-pujian Ke Atas Junjungan Besar Nabi Muhammad salla’ Llahu alayhi wa sallam oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam buku Risalah Untuk Kaum Muslimin)
Selain daripada peristiwa ini, terdapat hari-hari lain yang bersejarah dalam Islam yang perlu diingati seperti hari nuzul Quran, tahun Hijrah, malam israk mikraj dan sebagainya.
Dalam surah al-Hajj: 32 terdapat firman Allah yang bermaksud: Barang siapa memuliakan tanda-tanda kebesaran Allah, maka sesungguhnya ia adalah satu gambaran ketakwaan hati.
Mengenai kasih terhadap baginda s.a.w. ini, Rasulullah s.a.w. sendiri ada bersabda: Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu kecuali andainya saya (nabi) lebih dikasihi olehnya berbanding dengan kasih terhadap bapanya, anaknya juga keseluruhan manusia.
Soalan:
Jawapan:
Firman Allah SWT maksudnya: "Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucaplah perkataan yang baik". (Al Ahzab 32)
Jelaslah bahawa dalam Al Quran dengan tegas menjelaskan tentang kedudukan suara wanita ini.
Sabtu, 21 Februari 2009
Festival Nur Islam Melanda
Segala puji bagi Allah, yang tanpa izin-Nya, tidak ada daya dan kemampuan kita untuk menganjurkan program sebesar ini, yang mana melibatkan tenaga dan pengorbanan biarpun jadual harian pembelajaran dihadiri seperti biasa dengan sangat sibuknya. Namun, kekuatan inilah yang dimaksudkan yang datangnya dari Allah. Tidak ada daya dan tenaga kita seperti itu melainkan dari Allah. Marilah kita sama-sama panjatkan syukur yang tidak terhingga kepada Dia, Yang Maha Esa.
Saudara yang dirahmati Allah,
Program-program yang dianjurkan sepanjang i-FEST ini bukanlah sekadar suka-suka ataupun sekadar ingin mencari populariti supaya organisasi BADAR ini mampu dikenali umum. Bukan itulah matlamat utama program ini dianjurkan, melainkan adalah untuk menyuburkan lagi Islam ini supaya terus ada di hati penganut-penganutnya. Apalah gunanya kita menganut agama Islam sekiranya kita tidak mengamalkan serta mempraktikkan Islam itu di dalam kehidupan seharian kita.
Setiap program yang diaturkan itu punya matlamat yang tersendiri, baik program "Bro and Sis Sharing", sama juga halnya seperti program "Badar Amazing Race", tidak kurang juga program "Smart Solat", dan juga Usrah Gabungan III yang baru saja dilaksanakan dengan jayanya pada hari Ahad kelmarin, iaitu pada 22 Februari 2009. Alhamdulillah, program yang dijalankan mendapat sambutan yang memberangsangkan walaupun seperti biasa, yang memenuhi setiap acara itu dimonopoli oleh kaum muslimat.
Bagaimanapun kesan di hati kita yang telah mengikuti kesemua program yang dianjurkan ini, lebih elok sekiranya kita menilai niat sebenar kita, tidak kira kita yang melaksanakan program ini mahupun kita yang menghadiri program ini. Apakah kita menghadirinya semata-mata kerana terpaksa? Ataukah kerana sekadar diajak oleh teman? Ataupun yang mana terlibat dalam menjadi panitia secara tidak langsung, adakah berat tanggungjawab itu? Adakah kita terpaksa memikulnya dengan keadaan yang terbeban dan tidak rela?
Tanamlah kesemua alasan-alasan negatif itu dari minda kita. Kita yang terlibat dalam menjayakan kesemua program ini, secara langsung dan tidak langsung, haruslah melihat kembali pada niat kita. Tiada amanah yang ringan di dunia ini kerana amanah yang didefinisikan oleh Imam Al-Ghazali itu sendiri adalah sesuatu yang paling berat sekali. Itulah dia amanah. Bilamana ianya berat, adakah tidak ada jalan lain untuk melepaskan diri untuk memperjuangkan Islam?
Saudara yang dimuliakan Allah,
Renungilah kata-kata Allah di dalam kitab-Nya di mana Dia berfirman;
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu serta meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad:7)
Inilah seharusnya dijadikan sebagai matlamat kita dalam menjayakan pelbagai program Islam. Kalau kita mengerahkan segala keringat kita dalam menjayakan misi kita ini untuk membawa Islam dan berniatkan semata-mata kerana Allah, maka tidak ada apa kerugian yang kita dapat melainkan Allah akan menolong kita juga akan meneguhkan kedudukan kita, yaitu meneguhkan iman kita. Alangkah ruginya kita kalau merasa terbeban dalam menyampaikan Islam itu sedangkan Allah telahpun memberi jaminan untuk memberikan pertolongannya pada kita jika kita benar-benar ingin membantu agama Allah.
Selamilah lagi perintah Allah yang berbunyi;
"Dan hendaklah ada di kalangan kamu segolongan umat menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali-'Imran:104)
Fikirkanlah saudara, kalau kita sentiasa mengundurkan diri dari mempartisipati apa-apa program yang ingin membawa Islam, pada siapa lagi yang kita harapkan? Adakah hanya mengharapkan segelintir yang ingin mempertahankan Islam? Jangan katakan yang anda tidak layak dan tidak mampu untuk terlibat sama, bukankah kita semua adalah manusia yang sama? Kita semua sama sahaja. Kalau semuanya berfikiran seperti itu, bagaimanakah nasib Islam nanti? Tidakkah kalian kasihan melihat nasib Islam sekarang ini?
Maka dengan itu, jawatan apa sekalipun yang kita pegang dalam menjayakan program sepanjang i-FEST ini, laksanakanlah semampunya. Sahutlah cabaran itu! Bukan kerana jawatan yang dipegang, bukan kerana dipaksa dan didesak, bukan kerana BADAR, tapi niatkanlah kerana Allah Subhana Wa Ta'ala.
Insya Allah, Dia akan membantumu serta mengukuhkan kedudukanmu! Semoga Allah memberkati dan meredhai usaha kita dalam menjayakan program Festival Nur Islam ini. Semoga Allah meredhai kita semua.
Sirru 'Ala Barakatillah.
Ahad, 25 Januari 2009
Risalah MINDA - Januari 2009
Bayangkan benda ini berlaku pada anda...
Suatu hari pada masa sembahyang Jumaat yang di hadiri oleh lebih kurang 1,000 jemaah, tiba-tiba masuk dua orang lelaki yang menutupi seluruh tubuhnya dengan berpakaian hitam dan yang hanya kelihatan cuma dua biji mata serta membawa mesin gun. Lalu salah seorang lelaki tu bertempik "Sesiapa yang sanggup MATI kerana ALLAH sila berdiri di tempat kamu"
Selepas mendengar amaran lelaki itu, maka segeralah bertempiaran lari para jemaah itu utk menyelamatkan diri. Daripada jumlah yang 1,000 yang hadir tadi, hanya tinggal lebih kurang 20 orang sahaja yang masih berdiri di tempat masing-masing termasuk Pak Iman.
Lelaki yang bertempik tadi segera membuka tutup mukanya lalu melihat ke arah Pak Imam sambil berkata: "Ok Pak Iman, saya dah halau SEMUA yang hipokrit, sekarang bolehlah Pak Iman mulakan sembahyang Jumaat" Lalu kedua lelaki tersebut berpaling dan meninggalkan jemaah.
Macam mana? Adakah anda rasa lawak dengan cerita di atas. Selain terhibur anda fikirlahlah...
* Lawakkan , dari 1,000 org yg mengaku dia Islam hanya 20 yang betul-betul beriman.
* Lawakkan berapa banyak manusia yang mudah lupakan ALLAH bila menghadapi bahaya. Kedua lelaki tersebut hanya membawa mesin-gun dan tidak kata pun nak bunuh. Tapi generasi sekarang amat lemah. Baru kena ugut terus lari lintang pukang, lupa yg dia tak sembahyang jumaat lagi.
* Ada juga yang agamanya cuma seminggu sahaja. Itu pun bila hanya masa sembahyang jumaat tunjuk muka kepada orang kampung. Ada yang lagi dashyat setahun 2 kali sahaja apabila sembahyang raya.
* Lawakkan, ramai orang percaya kepada gosip dan apa yang ditulis oleh surat khabar daripada apa yang tercatit di salam al Quran.
* Lawakkan, berapa ramai yang percaya dunia hanya sementara, akhirat adalah tempat yang kekal, tapi berlumba-lumba mengejar dunia.
* Lawak, kita boleh bersembang dengan boyfriend atau girlfriend berjam-jam tapi nak berdoa kepada Allah, alahai tak cukup masa.
* Dan lebih lawak lagi, bila kita boleh post banyak thread atau email yang berunsur lawak jenaka dan lucah kesemua tempat tapi merasa berat nak berkongsi dan nak hantar artikel-artikel yang berunsur agama. (MINDA)
Keyakinan ialah kepercayaan seseorang yang tidak berbelah bagi terhadap dirinya dengan berpendapat bahawa dirinya berupaya mengendalikan kehidupannya dengan baik sekaligus mampu menyahut serta mengelola cabaran dan dugaan yang sentiasa menghantui jiwa. Lantaran itu, semakin tinggi keyakinan anda terhadap diri anda dalam melakarkan masa hadapan anda, semakin tinggi potensi anda untuk merealisasikan mimpi anda menjadi kenyataan. Selain keyakinan kepada diri sendiri, seseorang juga perlu mempunyai 3 jenis keyakinan yang tidak kalah pentingnya yaitu keyakinan diri terhadap Keesahan Tuhan yang hakiki, keyakinan terhadap potensi orang lain, sekaligus keyakinan orang lain terhadap potensi diri sendiri. Namun dalam membina keyakinan yang jitu terhadap diri sendiri mahupun orang lain memerlukan kesabaran yang tinggi sekali lantaran membukitnya punca-punca yang berpotensi meruntuhkan keyakinan seperti kekurangan pengetahuann dan pengalaman, tiadanya matlamat yang jelas dalam memicu kejayaan, pergaulan bersama kenalan yang cenderung berfikiran negatif serta pesimis, serta ketidakstabilam emosi diri apabila diri dilanda badai.
- Risau dan kelihatan risau
- Gugup dan kelihatan gugup
- Kurang berinteraksi
- Malas bekerja atau berusaha
- Bersikap meminta-minta
- Mudah putus asa
- Suka gosip dan mengumpat
- Defensif dan pemarah. (MINDA)
Jika makmum bersembahyang bersama imam dan duduk tasyahhud bersama dengannya, kemudian imam tiba-tiba membuat sujud yang ketiga, maka adakah makmum wajib mengikutinya?
Jawabannya: Hendaklah diteliti jika imam itu sujud setelah berlalunya masa sepanjang bacaan tasyahhud, maka ia wajib mengikut imam pada sujud yang ketiga itu dan ditanggungkan imam itu melakukan sujud sahwi. Sebaliknya jika imam itu sujud sebelum berlalunya masa sepanjang bacaan tasyahhud, maka ia tidak harus mengikutnya kerana ditanggungkan sujud itu sebagai terlupa, dan tidak boleh ditanggungkan sujud itu sebagai sujud sahwi kerana waktunya belum lagi tiba. Oleh itu jika ia ikut sujud nescaya batallah solatnya. Dan jika sujud imam itu ditanggung sebagai terlupa, maka makmum tidak wajib mufaraqah bahkan hendaklah ia menunggu sehingga imam itu selesai memberi salam dan setelah itu hendaklah ia sujud sahwi.
Selasa, 20 Januari 2009
Sebab-sebab Hati Tidak Bahagia dan Pengenalan Kepada Stress
Keluaran 3 / 08
Sebab-sebab Hati Tidak Bahagia
Sebab-sebab hati tidak bahagia ialah kerana adanya Mazmummah (sifat yang tercela) di dalam hati.
Antara mazmummah utama yang menghilangkan bahagia di hati ialah :
1. Pemarah - Paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak terang. (Siapa nak dekat kalau asyik nak marah aja..bawak-bawaklah senyum. Tentu orang tak takut nak dekat punya..)
2. Pendendam - Tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada. Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu orang pendendam mudah kena sakit jantung. (ini kes dendam kesumat lah ni..)
3. Hasad dengki - Amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu kerana ia memiliki sifat ketuhanan. (Tak elok dengki mendengki ni..)
4. Bakhil - Sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta, kesenangan, pangkat dan lain-lain dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit. (rezeki yang diberi oleh Allah elok dikongsi bersama..-derma).
Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana kadangkala rezeki itu Allah beri melalui makhluk.
5. Tamak - Orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air laut…walau berapa banyak yg diminum tetap tak habis juga…lagi pun orang tamak selalu rugi..
Ingat ! yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.
6. Tidak sabar - andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar. (oleh itu banyak-banyakkanlah bersabar bila hadapi dugaan..contohnya masa kerja banyak..tetap tenang walau kerja bertimbun atas meja.)
7. Ego - Ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir mahupun batin. (yang ini no comment)..pasal semua orang ada egonya sendiri..cuma tinggi/rendah tahap keegoan tersebut.
8. Riak - Terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. Allah marah kalau kita riak..takabbur dengan apa yg kita ada…
9. Cinta Dunia - Tidak dapat menderita, dapat pun menderita kerana bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. – bila mati cuma bawa amalan dan doa anak yang soleh/solehah…
Cinta dunia merupakan "neraka dunia" kerana dunia itu "panas" akibat ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan akhirat dibawa mati.
Kesimpulan
Jadi, yang meragut kebahagiaan sebenarnya bukanlah secara keseluruhannya disebabkan kemiskinan, musibah, kesibukan dan lain-lainnya. Tetapi ialah sifat MAZMUMMAH yang bersarang dalam diri kita. Marilah sama-sama kita muhasabah diri dan memperbaiki hati dan amalan kita. (MINDA)

MENYEBUT AMIN SEBELUM IMAM
Terdapat ramai orang-orang awam yang jahil menyegerakan sebutan amin sebelum imam mula menyebutkan. Perbuatan ini adalah salah, kerana menurut al-Sunnah ialah menyebutnya serentak dengan sebutan imam.
MAKMUM WANITA KENA MENYEBUT AMIN DENGAN SUARA YANG RENDAH
Sayugialah makmum wanita menyebut amin dengan suara yang rendah kerana suaranya aurat sebagaimana disunatkan kepadanya membaca dengan suara yang rendah di dalam sembahyang jahriah jika di sana ada kaum lelaki.
DISUNATKAN MEMBACA SURAH PANJANG JIKA SOLAT BERSENDIRIAN
Disunatkan kepada orang-orang yang sembahyang sendirian membaca surah-surah yang panjang dan sederhana dan membaca semua zikir-zikir rukuk dan sujud.
Ada Apa Pada Stress?
Stress merupakan faktor kejiwaan yang berpotensi melemahkan sistem daya tahan tubuh sekaligus merupakan salah satu faktor pencetus penyakit. Selain faktor yang terdapat didalam ruangan “sebab-sebab hati tidak bahagia” diatas, hal yang boleh merangsang stres adalah perasaan khawatir, kesal, kecewa, sedih, bingung, serta kelelahan akibat pekerjaan yang berlebihan. Hal- hal ini menyebabkan hipotalamus pada sistem saraf pusat di otak mengeluarkan hormon ACTH yang akan meransang kelenjar adrenal merembeskan hormon katekolamin, mineralokortikoid, dan glukokortikoid. Hormon- hormon inilah yang berperanan secara jangka pendek dan panjang pada tubuh menyebabkan peningkatan degupan jantung serta tekanan darah, menukarkan glikogen( gula simpanan) menjadi glukosa membentuk tenaga, dan menekan sistem imun tubuh. Walaubagaimanapun, sebagai hamba Allah yang diciptakan-Nya, kita tidak mungkin lari dari sifat kekurangan tertewas dalam menangani perasaan yang mengganggu kejiwaan.
Lantaran itu,antara terapi yang boleh dilakukan dalam menangani stress adalah:
(1) Meningkatkan hubungan kepada Allah.
(2) Memberi masa pada diri untuk merehatkan minda
(3) Menghindari diri dari sifat suka menangguh kerja.
(4) Menjauhi faktor-faktor pencetus stres termasuk “sebab-sebab hati tidak bahagia” diatas.
(5) Menjauhkan diri bersendirian terlalu lama.
(6) Melakukan konsultasi bersama psikiater, keluarga, dan rakan-rakan yang boleh dipercayai.
(7) Melakukan aromaterapi serta musikoterapi.
Melalui gambarajah diatas, stress akan meningkatkan tekanan darah sekaligus menekan sistem imun menyebabkan diri terdedah kepada penyakit. Tips-tips menghilangkan stress:
(1) Tingkatkan hubungan kita dengan Allah.
(2) Jauhi perkara-perkara yang boleh menyebabkan stres termasuk faktor-faktor yang disebutkan didalam artikel “sebab-sebab hati tidak bahagia” diatas.
(3) Jauhkan diri dari hidup bersendirian.
(4) Dapatkan bantuan dari kaunselor / melakukan konsultasi bersama psikiater, keluarga, dan rakan-rakan yang boleh dipercayai.
(5) Lakukan terapi penghilang stress seperti aromaterapi dan musikoterapi.
(6) Banyakkan berehat dan hindari diri dari sifat suka menangguh kerja. (MINDA)
Sabtu, 29 November 2008
"Hoorey, Pool Party!"

Seorang pelajar yang telah dipenuhi mata hatinya dengan cahaya hidayah melaporkan sesuatu kepada saya. Dia menjelaskan bahawa terdapat sekumpulan pelajar Malaysia lelaki dan perempuan telah mengadakan acara pool party bertempat di sebuah hotel di Kota Medan baru-baru ini. Malangnya majlis syaitan tersebut dibuat secara sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan badan agama persatuan.
“Aku dengar mereka kata, sesiapa yang nak join pool party, sila bayar Rp150 000,” ujar pelajar tahun tiga perubatan itu.
“Bukan itu sahaja, salah seorang peserta acara itu beritahu yang mereka turut minum minuman keras.” sambungnya lagi.
Nau’zubillah. Tergamak sekali mereka. Apakah racun hedonisme sudah meresap ke dalam minda pelajar-pelajar melayu kita yang kononnya beragama islam itu? Apakah mereka lupa kepada amanah ilmu dari mak ayah, masyarakat dan agama? Agaknya, penyakit memuja hawa nafsu ini sudah menjadi barah dalam masyarakat yang tiada penawarnya lagi
Kami cuma hendak ‘release tension’
Saudara, jika “release tension” dijadikan alasan bagi menuruti hawa nafsu dan dorongan syaitan, saya ingin bertanya, apakah sandaran saudara yang mengatakan bahawa pool party ini dapat meredakan tekanan perasaan? Jawapannya tidak ada. Apakah ada satu kajian ilmiah yang membuktikannya? Jawapannya tetap tiada. Jadi, ternyata bahawa saudara hanya terpengaruh dengan budaya negatif daripada Barat secara membabi buta. Faktanya adalah, hanya dengan melaksanakan ibadah seperti berzikir, membaca Al-quran, solat dsb terbukti dapat menenteramkan perasaan, menurunkan rembesan hormone stres, dan menguatkan jiwa.“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram…”
Hukum Allah
Islam sebagai sebuah agama fitrah telah mengharamkan acara pool party ini kerana beberapa sebab. Pertama, jika di dalamnya dihidangkan minuman keras (baca:arak). Hal ini dengan jelas disebutkan dalam surah Al-Ma-idah ayat 90, “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya arak, judi, berhala dan bertenung adalah keji, itu dari perbuatan setan, jauhilah akan dia, supaya kamu mendapat kemenangan.”
Kedua, jika berlakunya percampuran antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram tanpa mengikuti garis yang ditetapkan oleh syara’. Hal ini termasuklah bermandi-manda bersama, mendedahkan aurat, berpegangan tangan, berdua-duaan di tempat yang sunyi, menyanyi bersama dsb. Perkara ini dinyatakan oleh Allah Swt dalam surah An Nuur ayat 30-31,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”
Pengajaran dari Kisah Firaun
Jelaslah disini bahawa acara yang terkandung di dalamnya arak, pergaulan bebas, pendedahan aurat adalah haram disisi agama bahkan jauh dari budaya kita yang menjadikan Islam sebagai infrastruktur sosialnya. Al-Quran mendedahkan peristiwa benar tentang mereka yang tidak menuruti ajaran Islam. Dalam surah Ghaafir ayat 21-22, Allah menyamakan Firaun dengan mereka yang ingkar kepada ayat-ayat Nya,
“Samalah seperti keadaan Firaun dan kaumnya serta orang-orang yang terdahulu daripada mereka, lalu Kami binasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Kami tenggelamkan Firaun serta pengikut-pengikutnya, kerana kesemuanya adalah orang-orang yang zalim”.

Buat akhirnya, Islam sebagai agama suci menekankan dengan bersungguh-bersungguh ke arah melahirkan sebuah masyarakat yang beradab, lantaran daripada masyarakat itulah nanti akan terbentuk sebuah negara yang kukuh, mantap dan sejahtera. Oleh itu, kita harus sedar, cepat bertaubat dan menyelamatkan diri dari terus diperdaya oleh hawa nafsu dan syaitan dengan mengembalikan ketundukan kepada Allah Yang Maha Berkuasa. “No more ignorance party!”.
Wallahua’lam
Oleh: Ahmad Aizatnur
Penasihat BADAR
Isnin, 10 November 2008
ADAB DAN SUNAT HARI RAYA
Keluaran 1 / 08
Dalam menyambut kedatangan hari lebaran yang ditunggu-tunggu oleh para muslimin seluruh dunia setelah sebulan berperang melawan hawa nafsu dengan tibanya hari untuk bersyukur dan bergembira dengan segala nikmat Allah iaitu hari raya Aidul Fitri. Di sini dituliskan beberapa adab dan perkara yang disunatkan untuk kita lakukan pada hari raya ini.
1. Membersihkan diri sebelum keluar untuk solat hari raya
Antara lain dalilnya ialah sebagaimana berikut :
a. Adalah Ibnu Umar mandi pada hari raya sebelum dia keluar (riwayat imam Malik dengan sanad yang sohih )
b. Telah sabit bahwa para sahabat bersugi dan memakai bauan pada hari raya.
c. Telah sabit juga bahwa Ibnu Umar mandi dan memakai bauan pada hari raya Eidil Fitri.
d. Sebahagian ulama' menyatakan sunat mencukur bulu dibadan dan memotong kuku kerana ia adalah penyempurna dalam berhias.
2. Memakai sebaik-baik pakaian
Adalah bagi Rasulullah S.A.W satu jubah yang dipakai pada kedua hari raya.
3. Makan tamar atau seumpamanya sebelum keluar untuk solat hari raya
a. Daripada Anas adalah Rasulullah S.A.W tidak bersarapan pada hari raya eidul fitri sehingga baginda makan tamar dan memakannya secara ganjil pada bilangan. (riwayat imam Bukhari dan Ahmad)
b. Daripada baridah telah memberitahu bahawa Rasulullah S.A.W tidak keluar pada hari raya eidil fitri sehingga baginda makan dan tidak makan pada hari raya korban sehingga menyembelih binatang korban. ( riwayat imam Ahmad dalam sohih Al-Jami' )
4. Keluar solat hari raya dimasjid dan seumpamanya
Ummu 'Athiyyah memberitahu bahawa Rasulullah S.A.W telah memerintahkan kami supaya keluar pada hari raya eidil fitri dan eidil adha termasuk perempuan yang baru baligh, mereka yang datang haidh dan mereka yang sibuk dengan tugas di rumah. Maka bagi mereka yang datang haidh hendaklah tidak turut sama untuk solat dan mereka menyaksikan kebaikan dan jemputan muslimin. ( Riwayat imam Bukhari dan Muslim) Setengan ulama' mewajibkan para muslimin untuk keluar ke temapt solat hari raya.
5. Melaungkan takbir pada hari raya
Daripada Ibnu Umar berkata bahawa Nabi S.A.W bertakbir pada hari raya eidil fitri bermula ketika baginda keluar dari rumah sehinggalah sampai di tempat solat hari raya. ( Riwayat Baihaqi dan al-hakim dalam sohih al-Jami' )
Adalah Rasulullah S.A.W apabila keluar pada hari raya pada satu jalan, baginda pulang pada jalan yang lain. ( Riwayat imam Bukhari dalam sohih al-Jami' )
7. Mengucapkan tahniah dan ucapan selamat hari raya kepada para muslimin
Adalah para sahabat apabila bertemu pada hari raya, mereka akan mengatakan kepada mereka yang ditemui dengan kalimah yang bermaksud : Semoga Allah menerima segala amalan kami dan kamu. ( Al-Albani telah berkata telah diriwayat oleh al-Muhamili dan selainnya dengan sanad yang sohih dalam Tamam al-Minnah )
Semoga kita dapat sama-sama menghidupkan amaln sunat yang pernah dilakukan oleh Rasulullah S.A.W sendiri dan para sahabat. Hidupkan hari raya dengan perkara yang bermanfaat dan jangan kotorkannya dengan pelbagai aktiviti yang berbentuk maksiat. Hari raya kemenangan dalam melawan nafsu dan jangan biarkan nafsu yang mengalahkan kita pula pada hari raya
Sunnah Rasulullah S.A.W di dalam berhari raya
Idul Fithri sering disebut sebagai hari kemenangan. Menang dalam memerangi berbagai godaan selama puasa sebulan. Rasulullah saw. mengajarkan hal-hal berikut dalam ber-Idul Fithri :
1· Disunnahkan mandi dan mengenakan pakaian yang terbaik dari yang dimiliki. Khusus laki-laki disunnahkan memakai wangi-wangian. Sedangkan bagi wanita, memakai wangi-wangian/berhias di luar rumah diharamkan, kerana akan menimbulkan fitnah. Hasan Ash-Shibit berkata :
"Rasulullah memerintahkan kami agar pada hari 'idain( Idul Fithri dan Idul Adha) mengenakan pakaian yang terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik, dan berkurban (pada Idul Adha) dengan haiwan yang paling berharga."(diriwayatkan oleh Al-Hakim)
"Adalah Nabi saw. pada hari raya menempuh jalan yang berlainan (pergi dan balik) (HR. Bukhari)
Selain adab-adab khusus di atas, kita juga harus memperhatikan adab-adab yang telah berlaku secara umum :
a. Tidak berlaku boros dan membazir. Ingatlah di tempat lain masih banyak saudara-saudara kita yang kesulitan mencari sesuap nasi. Allah menegaskan bahwa orang-orang yang berlaku boros adalah saudara syaitan.(QS Al-Israa': 26-27)
bersabda Rasulullah ,"Makan, minum, berpakaian, dan bersedekahlah kamu dengan tidak berlebihan dan tidak sombong."
Termasuk dilarang adalah bersalaman dengan yang bukan mahramnya.Sering terjadi, karena alasan bermaaf-maafan, seorang laki-laki menyalami (berjabat tangan) dengan wanita yang bukan mahram. Berkata Rasulullah saw. : "Sesungguhnya saya tidak pernah bersalaman dengan wanita." MINDA
Kami, Ahli Jawatankuasa Tertinggi Biro Kebajikan Dan rohani PKPMI mengucapkan Selamat Hari Raya Aidul Fitri maaf Zahir dan Batin kepada seluruh ahli persatuan. Semoga kita semua senantiasa di bawah lembayung rahmat dan kasih sayang Allah. Tambahkan lagi amal ibadah dan berlumba-lumbalah dalam mengejar pahala dan maghfirah Allah. Semoga kita menjadi insan yang bertaqwa.






