Isnin, 23 Julai 2012

Rahsia KURMA



Rahsia Berbuka Dengan Kurma

Kurma adalah buah yang berkah, Rasulullah Saw mewasiatkan kepada kita untuk memakannya ketika mulai berbuka dari puasa Ramadhan. Dari Salman ibn 'Aamir, Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi).
Dari Anas, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru dipetik dari pohonnya-pent) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka dengan beberapa kurma matang, kalau tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).


Tidak diragukan lagi bahwa dibalik sunnah nabi ini ada petunjuk medis dan manfaat yang banyak bagi kesehatan, dan hukum yang bagus. Rasulullah Saw telah memilih makanan ini dan tidak memilih yang lainnya karena adanya manfaat yang sangat besar, tidak hanya karena buah itu banyak dijumpai di lingkungannya semata. Maka, ketika seorang yang berpuasa mulai berbuka maka organ-organ tubuhnya akan bersiap; dan organ pencernaan mulai berakifitas kembali, khususnya lambung yang butuh untuk diberikan sesuatu yang lembut, dan memulai mengakifkan kerjanya kembali dengan halus. Dan orang yang sedang berpuasa, pada keadaan ini, sangat butuh akan makanan yang mengandung gula yang mudah dicerna, yang bisa menghilangkan rasa lapar, persis seperti ia butuh akan air. Dan nutrisi makanan yang tercepat bisa dicerna dan sampai ke darah adalah zat gula, khususnya makanan yang mengandung satu atau dua zat gula (glukosa atau sukrosa). Sebab tubuh mampu menyerap dengan mudah dan cepat zat gula itu hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika lambung dan perut sedang kosong, seperti orang yang berpuasa ini.


Andai Anda mencari makanan yang bisa menyamai dua kandungan yang dituju ini secara bersama (menghilangkan lapar dan dahaga secara bersamaan dengan satu makanan), maka anda tidak akan pernah menemukan makanan itu lebih baik daripada apa yang disuguhkan oleh Sunnah Nabawiyah, dimana sunnah memotivasi orang yang berpuasa untuk membuka puasanya dengan zat gula manis sekaligus kaya akan air (ruthab) atau pun tamar (kurma matang). Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma yang kita makan sama dengan 86 - 87 % beratnya; mengandung 20 - 24 % air; 70 - 75 % gula; 2 - 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali kandungan lemah jenuh (lecithine).
Berdasarkan penelitian tersebut, juga ditemukan bahwa ruthab (kurma mengkel) mengandung 65 - 70 % air berdasarkan berat bersihnya; 24 - 58 % zat gula; 1,2 - 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit sekali mengandung lemak jenuh (lecithine).


Berdasarkan penelitian kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad Abdul Ra'ouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad Syahhat, diperoleh data sebagai berikut:
Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon) atau tamar (kurma matang kering seperti yang tersebar di Indonesia -pent) setiap kali mengawali buka akan menambah terhadap badan persentase yang besar akan kandungan zat gula, maka dengan ini akan hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga tubuh lebih menjadi bergairah;
Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula ini secara cepat dan maksimal;
Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk kimia sederhana menjadikan proses mencerna dan menyerap di lambung sangat mudah, sebab 2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan dalam bentuk zat kimia sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat;


Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang mengandung air tinggi (65 - 70 %) akan menambahkan terhadap tubuh persentase yang tidak membahayakan, maka dengan itu seorang yang berpuasa tidak harus meminum air dalam jumlah banyak ketika berbuka. (Abm)


Kelebihan PUASA Dari Sudut Sains




Mari kita sama-sama tambah ilmu sains tentang kelebihan berpuasa...insyaAllah


Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Semasa berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirehat dan sel dalam tubuh boleh berkumpul untuk bertahan. Puasa juga boleh mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan menggantikan sel-sel tubuh yang sudah rosak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sihat dan meningkatkan daya tahan tubuh kerana manusia mempunyai kemampuan terapi secara semulajadi.
Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sihat, lembut, dan berseri. Kerana setiap saat tubuh mengalami metabolisme tenaga, iaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi tenaga potensi dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit dan kelopak mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Beberapa cendekiawan telah melakukan beberapa ujian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini:

1. Allan Cott, M.D.,
Seorang pakar dari Amerika Syarikat, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast iaitu berbagai hikmah puasa, antara lain: a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fizikal dan mental).
b. To look and feel younger (merasa lebih muda).
c. To clean out the body (membersihkan badan)
d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.
e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks).
f. To let the body health itself (membuat badan sihat dengan sendirinya).
g. To relieve tension (mengendurkan ketegangan jiwa).
h. To sharp the senses (menajamkan fungsi sense).
i. To gain control of oneself (memperolehi kemampuan mengendalikan diri sendiri).
j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).



2. Dr. Yuri Nikolayev -Pengarah bahagian diet di Moscow menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang menjalaninya boleh menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fizikal, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

3. Alvenia M. FultonDirektor Lembaga Makanan Sihat “Fultonia” di Amerika Syarikat menyatakan bahawa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara semulajadi. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

4. Muzam MG, Ali M.N dan Husain
Berpendapat bahawa puasa juga selamat untuk pesakit yang mempunyai gangguan ulser. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam tindakan terhadap kesan puasa ramadhan terhadap sakit perut.

5. Elson M. Haas M.D.
Direktor Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan dalam puasa merupakan bahagian dari trilogy nutrision, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bahagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan dan lemak yang berlebihan. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, kerana puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, mengawal mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkawall, meningkatkan daya tahan tubuh.

Puasa dapat mengubati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, asma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (sakit dada kerana jantung), panas dan insomnia.

6. Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan
Mengatakan bahawa puasa dapat mengurangi jumlah hormon melawan stress. Dia bersama kumpulan dari Falkuti kedoktoran Universiti King Saud yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahawa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahawa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf.

7. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan
Tahun 1990 dari RS Universiti King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes tahap kedua (pesakit yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sihat. Hasil penelitian menunjukkan bahawa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang bererti pada kawalan penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan selamat sahaja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesedaran dan kawalan makanan serta ubat-ubatan.

8. Dr. Muhammad Munib
Dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah kajiselidik terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein, total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengubatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengubati sakit fizikal dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!”

Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menangani penyakit, bahkan di Amerika ada pusat puasa yang diberi nama “Fasting Center International, Inc”, Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pesakit dari 220 negara. Yang mencadangkan Puasa dalam:
(1) program penurunan berat badan,
(2) mengeluarkan toxin tubuh,
(3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualiti hidup.




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...